luka di jari dengan 2jahitan
Pada hari itu jumat pagi ada hujan melanda di sebuah perkemahan. Saya dan teman ikut dalam perkemahan tersebut. Karna hujan lebat, di tenda tempat masak kami ada bagian atapny tali penguatnya lepas. Secara spontan saya mencoba memasang kembali ranting kayu yang diikat tali ke tanah. Saat menancapkan kayu tersebut ke ke tanah, kayunya nggk mau masuk kedalam tanah. Perkiraan sy ada benda yg menghambat, saya coba angkat benda tersebut dengan tangan tanpa alas, tak terasa telunjuk bagian kiri terasa pedih.
Saya liat ada darah mengalir dari bagian telapak tangan bagian telunjuk. Saya fikir luka seperti biasanya, bakalan cepat sembuh deh dan nggak perlu banyak pengobataan. Tapi darah terus mengalir tanpa henti.
Saya lapor ke tenda panitia acara bahwa saya luka dan perlu diobati. Kebetulan panitia nggak ada yang dokter, jadi diobati seadanya pakai betadin dan ditutupi pakai kasa.
Setelah ditutupi kasa, saya fikir akan berhenti darahnya. Namun sekitar 1-2jam kemudian kasa dipenuhi darah, akhir saya kembali ke panitia, minta kasa lagi untuk menutupi luka tersebut.
Saya kembali ke panitia untuk minta kasa, untuk menutupi luka agar tidak kembali dipenuhi darah. Ada saran dari panitia tangannya diangkat ke atas agar darahnya tidak mengalir. Ada juga teman-teman yang bertanya "kenapa tangannya?". "Kok bisa luka?" Gmn ceritanya.
Setelah beberapa jam berlalu kasa kembali di penuhi darah, saat itu sudah lewat waktu ashar dan waktu sholat jumat sudah lama berlalu.
Ada juga bertemu teman yang lebih senior coba pakai daun singkong digigit hingga rata dan ditempel ke luka. Saya coba juga lakukan dan tidak ada pengaruh sama sekali.
Waktu magrib berlalu saya berfikir kalau begini terus darah saya bisa habis, akhir timbul ide bagaimana mencari bidan terdekat untuk di mengobati.
Saya coba tegaskan ke panitia untuk bantu cari bidan terdekat, karna kemahnya jauh dari kota dan nggak banyak tenaga medis. Akhirnya ada panitia yang bersedia bantu bawa ke bidan klau tidak salah sudah lewat waktu isya.
Kami coba datangi bidan terdekat dengan bertanya ke warga. Akhirnya ketemu rumah bidan, tapi tempat prakteknya sudah tutup tepat di sebelahnya rumahnya. Kami coba panggil dari luar rumah stelah menunggu sekitar 5-10menit akhirnya ada yang keluar mungkin suaminya atau kakaknya. O ya " bu bidannya ada tapi harus menunggu". Kami menunggu sekitar 15-25 menit. Akhirnya setelah menunggu ibu bidannya buka teralis ruko 1lantai tempat prakteknya. Dan mengajukan beberapa pertanyaan standar. " o ya gimana kok bisa luka?"
Alhamdulillah dalam hati saya bisa tidur tenang malam ini karna lukanya bakalan di obati. Tapi tidak semudah itu ferguso. Ibu bidan melanjutkan pemeriksaan bahwa, lukanya harus dijahit, mungkin ada urat yg putus. Oke i see, tapi kebetulan di tempatnya benang jahit lagi habis. Hmmm
Solusinya kata bu bidan harus di bawa ke puskesmas terdekat. Jaraknya sekitar 15-30 KM.
Akhirnya malam itu sekitar jam 21.30 kami otw ke puskesmas yang disebut ibu bidan tadi. Dengan penuh harap agar darah tidak mengalir lagi. Alhamdulillah malam tersebut dengan ditemani 2 orang panitia pakai mobil sampai juga ke puskesmas tersebut. Di desa terpencil masih ada juga puskesmas 24jam. Stelah melewati pertanyaan standar, luka dibersihan, dibius dan dijahit sekitar 2 jahitan. Alhamdulillah kami bisa pulang malam itu ke perkemahan. Sesampai di perkemahan sktr jam 00.00. Saya liat teman-teman sudah pada tidur semua.
Pelajaran kadang tidak datang dari bangku sekolah atau kuliah. Bisa datang dari mana saja.
Pelajarannya yang saya dapat dari luka dijari dijahit 2 jahitan yaitu:
Ketika luka (mungkin bisa diganti dengan kata, susah, miskin, pengangguran, dsb) maka yakinlah pasti ada obatnya. Dan kita harus sadar bahwa kita luka dan mencari orang yang tepat untuk mengobatinya. Dan orang lain biasanya tidak peduli dengan kita selain diri kita sendiri yang peduli.
Pelajaran yang sangat berharga saya dapat, mungkin bisa jadi saya bisa luka lebih parah jika tidak cepat mencari solusi.
Komentar
Posting Komentar