At the end goal of my life
Bismillah
Pukul 02.37, Selasa, 8 Agustus 2023
Apa yang sebenarnya menjadi tujuan hidup saya? apakah cukup dengan membangun beberapa bisnis kecil kecilan yang dijalani saat ini? tahun 2012 pernah bangun bisnis konveksi di Jambi bersama teman. 1 tahun kemudian harus pindah ke Bandung dan tahun 2014 akhir saya memutuskan buat bisnis baru yang fokus pada penyedian kebutuhan seragam wisuda. Konsumen dan langganan semakin bertambah banyak hingga punya ratusan langganan tetap. Namun ada kendala di bisnis tersebut yaitu masih terbatasnya jumlah Vendor untuk produksi sehingga bisnis ini pertumbuhan tidak signifikan.
Tahun 2020 covid melanda sempat 2 bulan tidak ada pemasukan sama sekali dari bisnis seragam wisuda ini. Akhirnya mencoba membuka diri untuk bisnis kurma dan roti kaleng. Bisnis ini sifatnya musiman yaitu booming saat puasa menjelang lebaran Idul Fitri. Tahun 2021-2022 bisnis ini tetap jalan terutama bisnis roti kaleng, namun masasahnya sama yaitu kendala di distributor. Banyak permintaan namun stoknya tidak mencukupi. Prinsipnya harus buat stok terlebih dahulu, modal pada saat itu masih sangat terbatas.
O ya setelah Covid 2020 kami di bisnis pakaian tidak hanya menerima pembuatan seragam wisuda saja, namun juga menerima pembuatan jas almamater, kaos dan seragam sekolah. Skalanya memang masih sangat kecil, namun covid 2020 berhasil merubah mindset saya untuk tidak hanya fokus pada 1 bisnis.
Tahun 2022 terjadi takdir yang lain bisnis seragam wisuda di Bandung harus saya tinggalkan karena harus pindah ke Kota Jambi. Alhamdulillah bisnis ini masih bisa dikelola dari Kota Jambi. Secara operasional di lapangan ada yang bantu mengelola disana.
Dijambi saya juga buka bisnis seragam wisuda dan juga pembuatan seragam untuk segmen yang lain seperti Jas Almamater, Kaos dll. Sebelum pindah ke Jambi saya sudah list beberapa bisnis yang mungkin dijalankan di Jambi. Akhirnya saya dan beberapa teman buat Homeschooling.
Inginnya semua bisnis tersebut bisa melejit pendapatanya sehingga bisa menghasilkan profit lebih. Lebih banyak mempekerjakan orang lain dan bisnis pengelolaan bisa saya lepas dikekola secara profesional. Jadi tiap bulan, tiap tahunnya saya hanya menerima profit alias finansial freedom. Namun masih jauh dari kenyataan, saat ini saya harus berusaha keras untuk mencapai hal tersebut.
Bahkan saat ini disela bisnis tersebut saya juga mencoba untuk menjadi conten creator di bidang otomotif.
Ending dari semua apa yang saya jalankan tersebut adalah finansial freedom. Level dimana tidak lagi memikirkan bagaimana bertahan hidup dari bulan 1 kebulan yang lain. Apakah mungkin hal tersebut terjadi?
Mungkin hal tersebut bisa saja terjadi atau bisa juga tidak. Namun, satu hal yang saya yakini selama masih ada keinginan dan juga usaha yang sungguh-sungguh hal tersebut bisa saja terjadi.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut menurut saya tidak cukup dengan berbisnis saja. Namun ada 1 usaha lagi yang harus saya lakukan yaitu berinvestasi dipasar modal atau berinvestasi di saham. Selama 2 tahun terakhir ini, saya belajar dan berinvestasi di saham. Pada prinsipnya kita harus menyisihkan penghasilan rutin kita untuk bisa di investasinya di saham. Di saham bisa melejitkan uang kita baik dengan jalan Capital Gain maupun lewat deviden.
Insya Allah dilain waktu saya akan menulis tentang bagaimana saya bisa jadi full investor saham. Investor dengan aset saham ratusan atau milyaran bahkan Triliunan Rupiah. Finansial Freedom benar-benar terwujud dengan izin Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar