Materi untuk konten film positiv
Fukushima 50 berkisah tentang bencana tsunami yang dipicu ketika gempa berkekuatan 9,0 melanda Samudra Pasifik di dekat Jepang.
Setelah gempa bumi dan tsunami, inti pabrik terancam meleleh, mendorong 750 karyawan dievakuasi sementara 50 orang tetap di belakang untuk mengendalikan apa yang mereka bisa.
Menghadapi kehancuran yang akan segera terjadi, seorang pengawas pabrik bernama Masao Yoshida dan pengawas shift Toshio Isaki mempelopori upaya berani dan berpotensi membahayakan diri sendiri untuk mendinginkan reaktor yang bocor menggunakan air laut.
Fukushima 50 menjadi kisah peringatan yang berharga dari perspektif sejarah Jepang yang menjadi pelajaran dan pengalaman sinematik.
Genre: Drama
Duration: 2h 2min
Rating: 6.2/10 from 364 users (IMDb)
Sinopsis Film Against the Ice (2022) yang Diangkat dari Kisah Nyata
Film Against the Ice menceritakan petualangan kapten Ejnar Mikkelsen asal Denmark ke Greenland. Tujuan kapten Ejnar Mikkelsen ke sana adalah untuk memetakan wilayah Greenland.
Pasalnya, pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa Greenland terbagi atas dua wilayah. Amerika mengklaim bahwa kawasan timur laut Greenland adalah wilayah kekuasaan mereka.
Kapten Ejnar Mikkelsen meyakini bahwa kawasan Greenland adalah satu wilayah tunggal yang tak terpisah-pisah. Wilayah itu merupakan bagian dari kekuasaan Denmark.
Untuk menyangkal klaim Amerika itulah, kapten Ejnar Mikkelsen melakukan Ekspedisi Arktik Denmark yang dipimpin oleh ia sendiri (Nikolaj Coster-Waldau) bersama dengan Iver Iversen (Joe Cole).
Ketika sampai di Greenland, keduanya memang benar menemukan bahwa Greenland adalah satu kesatuan wilayah, tidak seperti klaim Amerika.
Film Against the Ice ini kemudian memfokuskan bagaimana kelanjutan dari perjalanan Ejnar Mikkelsen dan Iver Iversen yang mengalami rintangan sukar.
Pasalnya, sekembali dari Greenland, mereka menemukan kapal mereka hancur karena kecelakaan es.
Di kondisi demikian, mereka juga kehabisan jatah makanan, kelelahan, dan harus bertahan melawan serangan beruang kutub.
Seiring berjalan waktu, mereka kian payah, pegangan mental kian pudar, ketakutan, paranoia, dan keduanya juga mengalami halusinasi.
Bagaimana petualangan survival mengerikan mereka agar tetap bertahan hidup di suhu dingin yang sangat ekstrem?
Komentar
Posting Komentar