Mind set fikiran dalam berbisnis Oleh-oleh WEF Stefkurniadi

Head fikiran kita, tidak melakukan hal yang sama terus. Harus kefikiran ide baru. 

Platform industry 4.0. Ada beberapa kata kuncinya; mobile device, internet (meningkatkan value), 3D printing.

Different way of business/Cara berfikir baru dalam bisnis kita;
1. Must be global
Banyak cara bisnis yang berubah. Contohnya; dalam 5tahun tidak ada perusahaan yang tidak global/tidak mendunia. Mesin untuk kasih makan ikan yang berbeda, ada inovasi. Harus global mindset.

2. Must be digital.

3. Disruption (mengacak2 sistem baru yang ada)
blockchain, gojek
4. Opportunity; banyak potensi yang bisa kita lakukan. Bolivia; sekolah coding/programing.

Leadership 4.0:
1. Memahami siapa yang kita pimpin. Contoh sampoerna mix karyawannya. Karakter gen Z, punya cita2 yang mulia; they want change the world (harus ahli dalam 1bidang, sbg challlenge). Suka bosan ditempan kerja yang sama. Solusinya tempat kerja yang asyik. Menciptakan tempat kerja yg menyenang tidak sulit dan tidak mahal. Eg; diskusi, makan bareng, nonton bareng, celebrate(perayaan keberhasilan).

2. Curiousity(rasa ingin tau) Bisa dibangun atau tidak?
Rasa ingin tau itu bisa dibangun. Yang membangun curiousty yaitu idol. Jangan simpel menjelaskan pertanyaan anak2.
Tanggung jawab untuk membangun tim yang punya inspirasi. Baca biografi untuk memahami cara berfikir orang2 hebat, apa saja yang dilakukan.

3. Curious culture
Memberikan ide, terima resiko jika terjadi masalah

4. Collective intelligence
Tidak ada lagi superman. Ada resepnya;
1. equal contribution(menghasilkan ide terbaik, tidak ada yang dominan)
2. Emotional intelegent(sensitif terhadap orang lain)
3. Women power (lebih banyak perempuan daripada laki2)

5. Devolution= transfer delegetion
-share vision
-otomom(kebebasan)
-toleransi terhadap kesalahan

Iim fahima = kontrak di awal dengan karyawan jelas.

Strategic intelegent referensi untuk semua bisnis. Bisa didownload di apps.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Buku Anak Muda Miliarder Saham

tehnopreneurship di era 5.0